Hubungan Media dan Budaya dalam Media Massa

Perkembangan informasi yang diterima oleh masyarakat pada dasarnya sebanding dengan kemajuan teknologi yang dikonsumsi oleh masyarakat itu sendiri. Perkembangan informasi ini menjadikan manusia sebagai makhluk yang tidak memiliki batasan dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Melalui interaksi dan komunikasi itulah, manusia memperoleh informasi, edukasi, dan hiburan yang nantinya akan diolah lagi menjadi informasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam aplikasinya, manusia melakukan interaksi dan komunikasi melalui media-media tertentu. Adapun media yang dikatakan dapat berupa media cetak ataupun media elektronik. Media-media telah ada sejak dulu dimulai dari era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi, dan era media komunikasi interaktif. Tiap-tiap media tentunya memiliki dan mewakili pesan yang berbeda-beda dan sangat mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari.

Media massa merupakan salah satu media yang paling mempengaruhi kehidupan dan emosional manusia di abad 21 ini. Keberadaan media massa membuat banyak perubahan manusia dari segi emosional, psikologi, dan pola pikir terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya. Bahkan media massa merupakan unsur terpenting dalam kehidupan sosial dan budaya manusia. Pada dasarnya, media massa memiliki fungsi sebagai pengawasan, penghubungan, transmisi budaya, dan hiburan. Keempat fungsi media massa ini menjadikan bahwa media massa benar-benar sebagai pusat informasi dan edukasi bagi manusia. Kebudayaan manusia tidak pernah lepas dari media massa dan budaya itu sendiripun dipresentasikan di dalam media massa selayaknya mungkin.

Media massa sendiri sangat erat hubungannya dengan masyarakat dalam bukunya teori komunikasi massa Morisan  mengungkapkan bahwa media merupakan lembaga sosial yang terpisah, namun berada dalam masyarakat. Media memiliki aturan – aturan dan tindakannya sendiri, namun media massa harus memiliki definisi atau batasan (ruang lingkup) yang jelas terhadap masyarakat yang lebih luas. Media massa bergantung pada masyarakat, walaupun lembaga ini memiliki kedudukan independen.

Media dan budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena sejatinya mereka memiliki suatu hubungan yang saling mempengaruhi. Budaya memiliki dua pengertian dalam pembahasaan ini. Budaya bisa diartikan sebagai konten yang diproduksi oleh media. Selain itu budaya dalam kajian “media dan budaya” juga bisa diartikan sebagai suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Sesuai dengan kajiannya, terdapat  beberapa tema besar  yang dicakup oleh media dan budaya, yaitu the question of quality, communication technology effects, commodification of cultures, globalization, policy for cultural diversity, cultural identity, gender ad subculture, dan ideology and hegemony. Kesemua tema ini adalah yang paling sering muncul dalam pembentukan informasi di media massa yang terhubung dengan media dan budaya.

Saat ini keberadaan media lebih sering berpengaruh terhadap kehidupan sosial manusia. Melalui media massa-lah, manusia semakin terbuka dan terjangkau dengan berbagai informasi mengenai peradaban baru dari seluruh belahan dunia. Contohnya saja saat ini banyak remaja perempuan di Indonesia yang sangat terpengaruh dengan korean style yang ditampilkan di hampir seluruh media massa Indonesia. Korean style yang lebih merujuk aksesoris unik, gaya rambut, pakaian minim, dan gaya make up inilah yang ditiru oleh remaja perempuan Indonesia, padahal Indonesia dikenal dengan masyarakat yang memiliki etika dalam berpakaian. Ini merupakan salah satu contoh bukti bahwa media massa mempengaruhi budaya dan sosial masyarakat.

Contoh lain sesuai dengan tema The Question of Quality, dalam media massa seringkali menampilkan iklan atau informasi ketika sulit membuang air besar, seseorang perlu meminum suatu produk pelancar BAB yang akan melancarkan BAB dan menjadikan orang tersebut terlihat “sehat” dengan sendirinya. Dalam realitanya, untuk memperlancar BAB, kita hanya perlu mengonsumsi buah-buahan, air putih, dan makanan berserat. Maka secara langsung atau tidak langsung dengan skala perlahan masyarakat  akan mengadopsi kebiasaan ini.

Media memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi masyarakat secara kognisi dan persepsi. Teori-teori yang digunakan media massa dalam penampilannya menggambarkan media memiliki kekuatan penuh dalam pembentukan opini seseorang (Teori Agenda Setting). Masyarakat perlu memperhatikan secara detil dan hati-hati dalam setiap informasi yang ditampilkan media massa, karena sejatinya tidak semua informasi dari media massa dapat diterima secara mentah dan penuh. Dengan terbuka lebarnya media massa, membuat masyarakat perlu menyaring informasi sehingga tidak menjerumuskan ke dalam hal-hal yang negatif.

Sumber:

Slide Teori Komunikasi oleh Dedi Kurniasyah Telkom University

Morisan dkk, Teori Komunikasi massa, Media, Budaya dan Masyarakat. (Bogor : 2013)

http://miftatnn.blogspot.com/2012/10/pengaruh-perkembangan-media-massa.html

https://putrilimilia.wordpress.com/2011/11/14/media-dan-budaya/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s